TANAHLONGSOR. admin Rabu, 09 Mar 2022, 14:02:04 WIB 13. Halo #SahabatTangguh Pada musim penghujan sering terdengar berita tentang bencana longsor yang terjadi pada beberapa wilayah , Kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan longsor dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor. Siapa nih yang wilayah tempat tinggalnya

Connection timed out Error code 522 2023-06-16 112033 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d82a9476980b7fb • Your IP • Performance & security by Cloudflare

PengertianTanah Longsor - Dalam degradasi atau penurunan kualitas lingkungan hidup, perlu memahami apa sebenarnya pengertian tanah longsor.Iya, salah satu akibat dari penurunan atau degradasi lingkungan hidup yakni terjadinya tanah longsor yang dapat merugikan baik secara fisik atau material maupun biasanya bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bencana tanah longsor telah menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Jumlah kejadian tanah longsor semakin meningkat hampir setiap tahunnya terutama saat memasuki musim penghujan. Berdasarkan statistik, dalam kurun waktu tahun 2005 – 2011 tercatat kejadian tanah longsor sebanyak 809 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 2484 orang tewas. Walaupun rawan terhadap bencana tanah longsor, pengetahuan masyarakat di Indonesia mengenai bencana ini cukup rendah. Ini dikarenakan langkanya bahan pendidikan atau media pembelajaran yang menarik di masyarakat mengenai bencana dan mitigasinya. Dalam hal ini Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG membuat media pembelajaran melalui penerbitan buku tentang tanah longsor untuk tingkat TK sampai SMA. Pemahaman tentang bencana sejak usia dini diprediksi akan lebih memberi kesadaran bukan hanya tentang bencana itu sendiri namun juga tentang bagaimana menjaga kelestarian alam untuk mengurangi efek mematikan dari bencana seperti ini. Media pembelajaran melalui buku ilmiah populer ini akan mengenalkan kepada anak-anak tentang; 1 Bagaimana bencana datang dan ciri-ciri daerah rentan bencana itu; 2 Apa tindakan yang harus dilakukan saat melihat/ merasakan tanda-tanda akan terjadinya bencana; 3 Apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan bencana di kemudian hari. Kedua buku ini disampaikan secara sederhana, menarik dan informatif yang disesuaikan dengan minat anak-anak usia TK – SMA dalam bentuk komik dan buku yang berwarna serta penuh gambar. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 17-24 Hal 17 BUKU MENGENAL TANAH LONGSOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BENCANA SEJAK DINI Yukni Arifianti Sari Bencana tanah longsor telah menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Jumlah kejadian tanah longsor semakin meningkat hampir setiap tahunnya terutama saat memasuki musim penghujan. Berdasarkan statistik, dalam kurun waktu tahun 2005 – 2011 tercatat kejadian tanah longsor sebanyak 809 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 2484 orang tewas. Walaupun rawan terhadap bencana tanah longsor, pengetahuan masyarakat di Indonesia mengenai bencana ini cukup rendah. Ini dikarenakan langkanya bahan pendidikan atau media pembelajaran yang menarik di masyarakat mengenai bencana dan mitigasinya. Dalam hal ini Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG membuat media pembelajaran melalui penerbitan buku tentang tanah longsor untuk tingkat TK sampai SMA. Pemahaman tentang bencana sejak usia dini diprediksi akan lebih memberi kesadaran bukan hanya tentang bencana itu sendiri namun juga tentang bagaimana menjaga kelestarian alam untuk mengurangi efek mematikan dari bencana seperti ini. Media pembelajaran melalui buku ilmiah populer ini akan mengenalkan kepada anak-anak tentang; 1 Bagaimana bencana datang dan ciri-ciri daerah rentan bencana itu; 2 Apa tindakan yang harus dilakukan saat melihat/ merasakan tanda-tanda akan terjadinya bencana; 3 Apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan bencana di kemudian hari. Kedua buku ini disampaikan secara sederhana, menarik dan informatif yang disesuaikan dengan minat anak-anak usia TK – SMA dalam bentuk komik dan buku yang berwarna serta penuh gambar. Kata Kunci Longsor, Buku, Media, Pembelajaran, Bencana Pendahuluan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang selalu bergerak dan saling menumbuk. Konsekuensi dari tubrukan tersebut adalah terbentuknya jalur gunungapi di Indonesia. Keberadaan jalur gunungapi ini menyebabkan pada beberapa wilayah Indonesia terbentuk pegunungan dan perbukitan dengan kemiringan lereng landai hingga terjal. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia memiliki potensi bencana tanah longsor yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Bencana tanah longsor bersifat lokal, namun banyak tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Dalam jangka waktu lama, bencana tanah longsor menyebabkan lebih banyak kerugian dibandingkan bencana lain. Jumlah kejadian tanah longsor semakin meningkat memasuki musim penghujan terutama di daerah-daerah perbukitan terjal. Berdasarkan statistik, dalam kurun waktu tahun 2005 – 2011 tercatat kejadian tanah longsor pada 809 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengakibatkan korban jiwa mencapai 2484 orang tewas Gambar 1 PVMBG, 2012. Untuk itu perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi risiko bencana. Terkait hal tersebut pemerintah melaksanakan penyelenggaraan Pengurangan Risiko Bencana PRB dengan landasan hukum UU RI no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana’. Keberadaan UU RI no. 24 tahun 2007 ini telah mengubah pola pikir penanganan bencana menjadi penanggulangan bencana yang lebih menitikberatkan pada upaya-upaya sebelum terjadinya bencana Gambar 2. Penanggulangan bencana tidak hanya berorientasi pada saat tanggap darurat, melainkan dilakukan sebelum pra bencana, pada saat terjadi bencana dan setelah pasca bencana. Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Hal 18 Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 18-24 Kerangka Aksi Hyogo 2005-2015 menyatakan salah satu prioritas dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana PRB adalah pentingnya menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk membangun sebuah budaya keselamatan dan ketangguhan di semua tingkat Astuti, dkk., 2010. Di sini peran sekolah sebagai institusi pendidikan sangatlah strategis, terkait pengembangan pengetahuan yang diperlukan dalam upaya mitigasi. Hal ini pun sesuai dengan tema yang diangkat United Nations International Strategy for Disaster Reduction UN ISDR dalam hari pengurangan risiko bencana sedunia 2007 yaitu “Institutionalizing Integrated Disaster Risk Management At School”. Tema ini terlahir dari harapan untuk mengurangi risiko bencana melalui pengenalan sejak dini tentang risiko-risiko bencana kepada siswa-siswa sekolah dan bagaimana membangun kesiapsiagaan bencana Akbar, 2010. Gambar 1. Statistik jumlah kejadian tanah longsor dan jumlah korban jiwa akibat bencana tanah longsor dalam kurun waktu 2005 – 2011 PVMBG, 2012. Gambar 2. Ilustrasi yang menggambarkan upaya penanggulangan bencana. Tindakan PRB dapat dilakukan jika ada penumbuhan pola pikir sadar terhadap ancaman bencana bagi masyarakat sekitar lokasi rawan bencana. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagi cara dan salah satunya adalah melalui kegiatan pendidikan mitigasi bencana kepada para siswa di sekolah-sekolah. Pendidikan mitigasi bencana ini tidak perlu masuk ke dalam kurikulum tetapi bisa berupa kurikulum lokal dalam bentuk suplemen buku, dalam hal Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 19-24 Hal 19 ini mengenai bencana tanah longsor. Buku ini dibuat untuk memberikan sosialisasi pengetahuan tentang bencana tanah longsor sedini mungki. Diharapkan media pembelajaran ini bisa menjadi bekal yang cukup untuk mempelajari dan memberdayakan budaya mitigasi bencana baik sebelum, saat dan pasca bencana secara optimal. Pembelajaran Bencana Sejak Dini Anak-anak adalah salah satu kelompok yang paling berisiko terkena bencana. Selain kondisinya yang memang sudah rentan, tingginya risiko bencana terhadap anak-anak salah satunya disebabkan oleh faktor keterbatasan pemahaman tentang risiko-risiko bencana yang berada di sekeliling mereka. Pengetahuan dan pemahaman yang rendah terhadap risiko bencana ini kemudian berakibat tidak adanya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Penanggulangan bencana yang baik harus terintegrasi ke dalam sektor pendidikan, karena pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengintegrasian ini bisa dimulai sejak dini dimulai yaitu anak-anak di jenjang TK-SD sampai jenjang SMP-SMA. Penanggulangan bencana sejak dini di Jepang dapat menjadi contoh untuk mengkampanyekan upaya meminimalisasi kerugian akibat bencana. Dalam mempersiapkan diri guna menghadapi bencana alam, Jepang menerapkan standar keamanan yang sangat tinggi. Hampir semua penduduk telah dilatih sejak usia dini dalam hal mengatasi keadaan darurat. Hal ini bisa diterapkan pula di Indonesia dengan menjadikan bencana sebagai materi pembelajaran di sekolah untuk mengenalkan bencana dan mitigasinya. Ini artinya anak-anak yang terbiasa bersinggungan dengan bencana dianggap mampu membuat keputusan dan berperan aktif ketika bencana terjadi, sehingga mereka mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri. Anak-anak adalah pemain utama dalam kegiatan pembelajaran sejak dini ini. Kegiatan pembelajaran bencana ini bisa meliputi bagaimana menilai, merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi serta mempengaruhi teori dan praktik Benson and Bugge, 2006. Buku Sebagai Media Pembelajaran Pembelajaran sebagai suatu sistem merupakan pengorganisasian berbagai komponen dalam upaya mengubah siswa mencapai suatu kondisi yang lebih meningkat secara positif. Untuk mencapai sasaran pembelajaran dibutuhkan banyak persyaratan menyangkut materi, dalam hal ini materi yang meliputi bahan ajar atau medianya Sutjiono, 2005. Lemahnya pemahaman anak tentang bencana dan mitigasinya di sekolah formal lebih disebabkan karena pesan yang disampaikan oleh media pembelajaran yang ada tidak menarik, monoton dan tidak mengasah aspek keterampilan dan sikap anak. Padahal pesan pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Syarat utama tentunya materi bahasan disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak yaitu dari tingkat TK sampai SMA. Kemudian, pemilihan isi dan gaya penyampaian pesan mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada anak-anak. Selain itu harus merangsang siswa memproses apa yang dipelajari serta memberikan rangsangan belajar baru. Terakhir, bisa mengaktifkan anak dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong anak-anak untuk melakukan praktik-praktik dengan benar. Agar media pembelajaran bermanfaat secara optimal, maka dipilih media yang tepat, cost/biaya, pembaruan, dukungan, dan teknologi. Buku merupakan media yang tepat karena memenuhi unsur-unsur tersebut. Buku mudah diakses oleh semua kalangan, tidak memerlukan media lain untuk mengaksesnya sehingga biaya pengadaannya menjadi lebih murah dan dengan adanya dukungan pengadaan dari pemerintah sebagai penyelenggara pembelajaran maka masalah akses, biaya, dukungan dan kebaruan bisa teratasi sekaligus. Maka Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menerbitkan dua buah buku tentang tanah longsor untuk tingkat TK-SMA. Teknologi dalam hal ini terkait dengan sifat media buku tersebut. Buku merupakan media visual. Seseorang akan belajar secara maksimal Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Hal 20 Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 20-24 jika berinteraksi dengan stimulus yang cocok dengan gaya belajarnya. Materi atau media yang bersifat visual antara lain dapat berbentuk peta, foto, ilustrasi gambar, diagram, poster, atau pun komik Waluyanto, 2010. Buku yang di dalamnya mengandung banyak materi visual sebagai media pembelajaran dipandang efektif untuk pembelajaran. Perpaduan gambar dan tulisan yang dirangkai dalam suatu alur cerita membuat informasi lebih mudah diserap. Teks membuatnya lebih dimengerti dan alurnya lebih mudah untuk diikuti dan diingat. Buku sebagai media pembelajaran, selain ringan juga mampu menyampaikan informasi secara jelas, runtut, dan menyenangkan. Buku Mengenal Tanah Longsor Buku mengenai bencana tanah longsor di masyarakat umum, sebagai contoh di toko-toko buku atau di lembaga-lembaga pendidikan tidak mudah didapatkan. Kalau pun ada, buku-buku tersebut Gambar 3, baik dalam bentuk komik ataupun tulisan yang dipadu dengan ilustrasi-ilustrasi gambar, bukan merupakan buku yang bisa diakses dengan gratis. Adapun buku yang bisa didapatkan dengan cuma-cuma, media penyebarannya dalam bentuk e-book buku elektronik, artinya masyarakat harus mencetak atau memperbanyak sendiri. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG mengupayakan suatu kegiatan agar masyarakat mendapatkan akses buku mengenai bencana tanah longsor secara gratis tanpa harus memperbanyaknya sendiri. Sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bencana, PVMBG pada tahun 2010 menerbitkan dua buah buku tentang tanah longsor untuk tingkat TK-SMA. Edisi keduanya terbit pada tahun 2011. Buku tanah longsor untuk tingkat TK dan SD berjudul “Ayo Mengenal Lebih Dekat Tanah Longsor”, sedangkan untuk tingkat SMP-SMA “Mengenal Lebih Dekat Tanah Longsor” Gambar 4. Gambar 3. Beberapa contoh buku mengenai bencana tanah longsor. Gambar 4. Buku tanah longsor untuk tingkat TK – SD Kiri; Buku tanah longsor untuk tingkat SMP – SMA Kanan Yukni, 2011. Kedua buku ini mencantumkan sedikitnya empat pokok pikiran 1 Apa itu bencana, 2 ciri-ciri daerah rentan bencana, gejala awal atau tanda-tanda bencana akan terjadi, 3 tindakan darurat yang dilakukan saat tanda-tanda akan terjadinya bencana muncul dan 4 upaya praktis sebelum, saat dan pasca bencana untuk meminimalkan bencana. Buku “Ayo Mengenal Lebih Dekat Tanah Longsor” dibuat dalam bentuk komik Gambar 5. Di sini dijelaskan apa, kapan dan bagaimana bencana longsor itu terjadi dan jenis longsoran. Selanjutnya dikenalkan penyebab terjadinya Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 21-24 Hal 21 longsoran dan tanda-tanda tanah longsor. Buku disampaikan secara ringan, tidak bertele-tele dan jumlah halamannya sedikit, terdiri dari 20 halaman. Ini memungkinkan siswa untuk bisa lebih menyerap apa yang disampaikan dalam buku tersebut. Gambar 5. Buku tanah longsor dengan format komik Yukni, 2011. Buku “Mengenal Lebih Dekat Tanah Longsor” dibuat dengan format tulisan dipadu ilustrasi-ilustrasi gambar dan foto Gambar 6. Penjelasan yang terdapat dalam buku sama dengan buku untuk tingkat TK-SD. Perbedaannya, penjelasan yang disampaikan buku yang berjumlah 30 halaman ini lebih detail. Walaupun detail, isinya tetap memakai bahasa yang mudah dipahami dan gambar yang menarik. Gambar 6. Buku tanah longsor dengan format tulisan dipadu ilustrasi gambar dan foto Yukni, 2011. Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Hal 22 Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 22-24 Buku untuk tingkat SMP – SMA ini juga memaparkan strategi mitigasi bencana tanah longsor yang dilakukan pemerintah melalui PVMBG Gambar 7. Strategi mitigasi bencana tanah longsor tersebut antara lain • Pemetaan, menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam di suatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintah kabupaten/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana. • Penyelidikan, mempelajari penyebab dan dampak dari suatu bencana sehingga dapat digunakan dalam perencanaan penanggulangan bencana dan rencana pengembangan wilayah. • Pemeriksaan, melakukan penyelidikan pada saat dan setelah terjadi bencana, sehingga dapat diketahui penyebab dan cara penaggulangannya. • Pemantauan, dilakukan di daerah rawan bencana, pada daerah strategis secara ekonomidan jasa, agar diketahui secara dini tingkat bahaya, oleh pengguna dan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut. • Sosialisasi, memberikan pemahaman kepada Pemerintah Provinsi /Kabupaten /Kota atau masyarakat umum, tentang bencana tanah longsor dan akibat yang ditimbulkannya. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara seperti menerbitkan buku tentang bencana, mengirimkan poster, booklet, dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepada masyarakat dan aparat pemerintah. Gambar 7. Strategi mitigasi tanah longsor di PVMBG yang dituangkan dalam buku tingkat SMP- SMA Yukni, 2011. Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 23-24 Hal 23 Buku ini disiapkan sebagai buku ilmiah populer yang disampaikan secara sederhana. Daya tariknya terletak pada pewarnaan yang bagus, teks yang mudah dipahami, gambar yang menarik dan ditunjang kertasnya yang cukup berkualitas. Buku mengenal tanah longsor dengan ukuran 24,3 cm x 17 cm ini dianggap praktis sebagai buku-buku panduan. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, buku ini mampu berperan sebagai media pembelajaran yang baik tentang konsep mitigasi bencana sejak usia dini. Pemahaman tentang bencana sejak usia dini diprediksi akan lebih memberi kesadaran bukan hanya tentang bencana itu sendiri namun juga tentang bagaimana menjaga kelestarian alam untuk mengurangi efek mematikan dari bencana seperti ini. Buku-buku ini sebagai media pembelajaran tentunya tidak hanya diperuntukkan untuk anak-anak, namun bisa digunakan pihak lainnya, seperti guru, orang tua dan pendidik lainnya sebagai penyampai pesan. Pembelajaran bersama antara anak dengan pihak pendidik akan mengembangkan pembelajaran kualitatif. Jika anak dapat memahami konsep maka akan meningkatkan peluangnya dalam menyelamatkan diri dari bencana, dapat mengenali tanda-tanda peringatan, memahami faktor dasar, mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak sebelum bencana terjadi dan juga bagaimana harus bereaksi pada saat dan setelah bencana. Jika hal ini dapat dicapai maka anak pun kemudian akan mampu dengan sendirinya menilai, merencanakan, mengimplementasikan, dan lain-lainnya. Kesimpulan Jika anak-anak diajarkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, mereka akan membawa perubahan yang signifikan di masyarakat karena mereka adalah masa depan. Pendidikan melalui salah satu medianya yaitu buku merupakan sumber daya untuk menyiapkan anak-anak dalam pembelajaran bencana sejak dini. Buku ini hanya salah satu media, ada banyak media inovatif lainnya yang bisa dikembangkan untuk melengkapi kegiatan pembelajaran bencana. Dengan mengacu pada buku ini, media pembelajaran lainnya bisa diciptakan misalnya film video, permainan puzzle, ular tangga, monopoli, dan alat peraga. Bencana tentunya sesuatu yang tidak kita harapkan. Walaupun rawan terhadap bencana alam, kesadaran mengenai bencana seperti ini cukup rendah di Indonesia. Ini ditunjukkan oleh langkanya media pembelajaran mengenai bencana alam dan mitigasinya yang tersedia bagi masyarakat. Keberadaan buku ini sebagai bagian dari pendidikan kebencanaan. Pembuatan media pembelajaran untuk kesiapan dan mitigasi terhadap bencana alam akan memainkan bagian penting untuk membangun budaya masyarakat sadar, waspada, dan siap menghadapi/ mengantisipasi bencana. Daftar Pustaka Akbar, Setiawan. 2010. Pengembangan Model Sekolah Siaga Bencana melalui Integrasi Pengurangan Risiko Bencana dalam Kurikulum. Jakarta. Konferensi Nasional Sekolah Aman. Astuti, dan Sudaryono. 2010. Peran Sekolah dalam Pembelajaran Mitigasi Bencana. Jakarta. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, Volume 1 Nomor 1. Bambang R., dan Bambang S. 2008. Mengenal Bencana Alam Tanah Longsor. Yogyakarta. Penerbit Kanisius. Benson, and Bugge. 2006. Child-led Disaster Risk Reduction A Practical Guide. Jakarta. Save The Children Foundation. Shone, Rob. Komik Pendidikan Bencana Alam Salju dan Tanah Longsor. Jakarta. Elex Media Komputindo. Sutjiono, Thomas. 2005. Pendayagunaan Media Pembelajaran. Jakarta. Jurnal Pendidikan Penabur, No. 04/Th. IV/Juli 2005. Hal 76-84. Tessa, dan Wardhani. 2007. Seri Bencana Alam di Indonesia Banjir dan Tanah Longsor. Jakarta. Penerbit Erlangga. Tim Paket Pedoman Umum Penanggulangan Bencana untuk Masyarakat Umum PUPBM. 2007. Tanah Longsor Kisah tentang Peran Masyarakat Desa Saat Buku Mengenal Tanah Longsor Sebagai Media Pembelajaran Bencana Sejak Dini Yukni Arifianti Hal 24 Bulletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3,Desember 2011 24-24 Terjadi Bencana Tanah Longsor. Jakarta. Yayasan IDEP. Tim Penyusun Seri Komik Bencana Alam. 2008. Mari Belajar tentang Tanah Longsor. Yogyakarta. Penerbit Postmo. UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education, 2007. Kesiapan dan Pendidikan Bencana Alam untuk Pembangunan Berkesinambungan. Bangkok. UNESCO. Waluyanto, Heru Dwi. 2010. Komik sebagai Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta. diakses tahun 2012. Yukni, Arifianti. 2011. Ayo Mengenal Lebih Dekat Tanah Longsor. Bandung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Yukni, Arifianti. 2011. Mengenal Lebih Dekat Tanah Longsor. Bandung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. ... The landslide that occurred in Way Krui Sub-district caused along the road is surrounded by mountains or cliffs so that when the heavy rains in a long time then there will be a landslide because the land can not resist the heat of the water. Landslides that occur cause casualties, property loss, and environmental damage [4]. So the disaster that resulted in thousands of casualties loss of property is not something good for human [5]. ...... Selain itu agar siswa dapat membangun sikap kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya erupsi gunung api. Sehingga pembelajaran mitigasi bencana sejak dini yang diberikan di tingkat sekolah dasar adalah langkah awal membangun sikap tanggap bencana Arifianti, 2011 Usaha memberikan pemahaman materi tentang mitigasi bencana erupsi gunung api pada tingkat sekolah dasar dapat diberikan melalui substansi materi IPA. Adanya perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menjadi Kurikulum 13 merupakan salah satu usaha pemerintah dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum. ...Ika MevianaNelya Eka Susantip>In science subjects at the elementary school level, the concept of geologi’s disaster can be introduced, such as disaster mitigation, namely volcanic eruption disaster. The purpose of this study was to determine the contents feasibility and the book presentation of disaster mitigation education material. In addition, the purpose of developing textbooks was to determine students' understanding of volcanic eruption disaster mitigation materials. This research was designed with a modified 4-D development design. The 4-D development design stages are Define, Design, Develop, and Disseminate. In this study the 4-D design was modified into three steps, namely Define, Design, Develop. Based on the results of research and discussion, the feasibility of the contents and presentation of the book with Disaster Mitigation education material for grade 5 students after going through a series of processes including the validation from material experts, product presentation, language, graphics, limited trials, and field trials, the product is categorized of having very good quality. The level on students understanding of disaster mitigation education material of grade 5 books as a developed product is seen based on students cognitive and affective aspects. Based on the result of the student work on the post test sheet, the average value obtained by the students is 82,25, it incates that students learning process about the mitigation of volcanic eruption disaster have been completed. The dominant scientific attitude of students are curiosity, gaining new information, and cooperation. These scientific atitudes are reflected in the activities of students who are interested in repeating the experiments and their harmonious work shown by the fact that they can work well together with friend within their group. Keywords development; textbooks; disaster mitigation; volcanoes
SumberFoto: Humas Polda Jabar. BANDUNG, - Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Soreang menyisakan dampak yang kurang baik, pasalnya tebing setinggi 7 meter dan panjang kurang lebih 20 meter mengalami longsor serta sebagian tanah yang diikuti material batu menutup sebagian akses jalan sehingga menyebabkan kemacetan.
Explanation text merupakan jenis tulisan yang menjelaskan suatu proses, misalnya proses bekerjanya suatu benda atau terjadinya fenomena alam. Tujuan dibuatnya explanation text adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca terkait suatu kaidah kebahasaan, ada beberapa ciri khas explanation text. Pertama, teks jenis ini menggunakan simple present tense. Alasannya, proses yang dijabarkan adalah fakta. Kemudian, sebuah explanation text juga biasanya menggunakan action voice dalam teks jenis ini digunakan untuk menekankan fokus pada kejadian yang berlangsung. Teks tersebut juga biasanye mengandung istilah-istilah teknis dan frasa kali ini ingin memberikan contoh teks Bahasa Inggris yang menjelaskan tentang proses terjadinya tanah longsor. Baca dan pahami penjelasannya. Kemudian, diskusikan struktur dan isi juga Contoh Explanation Text Tentang Bencana Alam Tornado© PixabayMudslidesA mudslide is a very wet landslide. It is sometimes called a debris flow because this type of landslides carries more than just mud. It is a water-soaked saturated mass of soil and rocks that picks up anything in its and water play a role in causing mudslides. Hurricanes and other severe rain storms produce a lot of water in a short period of time. Soil on a steep slope becomes so wet that it is too heavy to stick to the underlying rock or soil. Gravity pulls the mud down the hill. The saturated soil flows much faster and farther than an ordinary landslide. The debris flow ranges from watery mud to thick, rocky mud that can carry large boulders and happen in places that are hilly or steep. Coastal areas with cliffs weakened by erosion can have mudslides when there is intense rainfall. Droughts, wildfires, and deforestation can destroy vegetation. There is a strong chance that these areas will also have mudslides during and after heavy can have devastating effects on people and landscapes. They bury houses, vehicles, crops, animals, and people. On average, mudslides cause 25 to 50 deaths each year. The tides of mud, tress, and boulders can sweep through villages and towns, destroying the vegetation along the way. When the flows reach flatter ground, the debris spreads over a wide area, sometimes collecting in thick deposits. The mud will stifle any plant and animal life beneath hit by mudslides are often declared disaster areas. Nothing will live there for a long time. A mudslide can leave a deep scar on a mountainside or hillside. This acts as a reminder of potential danger to those who live kamu menceritakan kembali bagaimana tanah longsor itu terjadi? Pelajari setiap kata-kata sulit yang kamu Fraccaro, C. 2008. Dynamic Planets. In Literacy in Action pp. 16-17. Retrieved from mungkin juga suka . Terakhir diupdate 16 Februari 2019 1126 Explanations, ExpositoryFollow Media Sosial Kami Twitter Facebook

Reporttext tentang tanah longsor dalam bahasa inggris Artikel Teks Bahasa Inggris Tentang Fenomena Alam AURORA Lengkap Dengan Terjemahan dan Daftar Kosakata Baru By Pustaka Bahasa Inggris Posted on March 19 2019 November 2 2019. Informasi yang diberikan dalam. Baru-baru ini terjadi gempa bumi di Nepal yang menyebabkan kematian 4000.

Contoh report text tentang bencana alam – Selain mengangkat tema tentang hewan dan tempat wisata, report text juga umumnya digunakan untuk menggambarkan fenomena atau bencana alam. Bencana alam seperti banjir, gempa bumi, longsor dan lain-lain biasanya menjadi topik utama ketika mendapatkan tugas untuk menyusun sebuah report text. Dalam artikel ini, kami akan memberikan referensi report text tentang berbagai macam bencana alam yang sering terjadi. Contoh Report Text Tentang Bencana AlamContoh report text tentang bencana alam gempa bumi singkatContoh report text tentang bencana TsunamiContoh report text tentang bencana alam banjirContoh report text tentang bencana alam gunung meletusContoh report text tentang bencana alam kemarauContoh report text tentang bencana alamContoh report text tentang bencana alam tanah longsorKesimpulanShare thisRelated posts Berikut ini kami akan sajikan beberapa contoh report text tentang bencana alam yang telah kami rangkum dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia maupun di seluruh dunia. Contoh report text tentang bencana alam gempa bumi singkat Earthquake An earthquake is a natural disaster that occurs when the Earth’s crust shifts, resulting in vibrations and shaking on the surface. Earthquakes can be caused by a variety of factors, including tectonic activity, volcanic eruptions, and human activities such as drilling and mining. The impact of an earthquake can be devastating, depending on the magnitude and location of the quake. Severe earthquakes can cause buildings and infrastructure to collapse, leading to injury or loss of life. They can also trigger landslides, tsunamis, and other secondary disasters. Natural Disaster – Earthquake Scientists use seismometers to measure earthquakes and gather data on their location, magnitude, and other characteristics. This information is used to study earthquake patterns and to develop better ways of predicting and preparing for future earthquakes. In areas that are prone to earthquakes, emergency preparedness is essential. Governments and communities must have plans in place to respond to earthquakes and to provide aid and support to affected populations. This can include measures such as earthquake drills, building codes and regulations, and disaster response training. Overall, earthquakes are a significant natural hazard that require ongoing research and preparation to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Gempa bumi adalah bencana alam yang terjadi ketika kerak bumi bergeser, mengakibatkan getaran dan guncangan di permukaan. Gempa bumi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas tektonik, letusan gunung berapi, dan aktivitas manusia seperti pengeboran dan pertambangan. Dampak gempa bumi dapat sangat merusak, tergantung pada kekuatan dan lokasi gempa. Gempa bumi yang parah dapat menyebabkan bangunan dan infrastruktur runtuh, yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa. Gempa bumi juga dapat memicu tanah longsor, tsunami, dan bencana sekunder lainnya. Para ilmuwan menggunakan seismometer untuk mengukur gempa bumi dan mengumpulkan data tentang lokasi, magnitudo, dan karakteristik lainnya. Informasi ini digunakan untuk mempelajari pola gempa bumi dan mengembangkan cara yang lebih baik untuk memprediksi dan mempersiapkan diri menghadapi gempa bumi di masa depan. Di daerah yang rentan terhadap gempa bumi, kesiapsiagaan darurat sangatlah penting. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk menanggapi gempa bumi dan memberikan bantuan dan dukungan kepada penduduk yang terkena dampak. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti latihan gempa bumi, peraturan dan regulasi bangunan, dan pelatihan tanggap bencana. Secara keseluruhan, gempa bumi adalah bahaya alam yang signifikan yang memerlukan penelitian dan persiapan yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Contoh report text tentang bencana Tsunami Tsunami A tsunami is a natural disaster that occurs when a large amount of water is displaced, such as by an earthquake, volcanic eruption, or landslide. The displaced water creates powerful waves that can travel long distances and cause significant damage when they reach the shore. Tsunamis can be extremely destructive, particularly in coastal communities. They can cause flooding, damage to infrastructure and buildings, and loss of life. In addition to the initial impact, tsunamis can also lead to secondary disasters such as landslides and fires. Natural Diaster Tsunami In order to minimize the impact of tsunamis, governments and communities must have plans in place for emergency response and evacuation. This can include measures such as warning systems, evacuation routes, and community education programs. Scientists use a variety of tools and methods to study tsunamis, including seismometers, ocean sensors, and computer simulations. This research helps to better understand the causes and characteristics of tsunamis, and to develop more accurate prediction models. Overall, tsunamis are a significant natural hazard that require ongoing research, preparation, and response efforts to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Tsunami adalah bencana alam yang terjadi ketika sejumlah besar air berpindah tempat, seperti akibat gempa bumi, letusan gunung berapi, atau tanah longsor. Air yang berpindah menciptakan gelombang kuat yang dapat menjangkau jarak jauh dan menyebabkan kerusakan yang signifikan ketika mencapai pantai. Tsunami bisa sangat merusak, terutama di komunitas pesisir. Tsunami dapat menyebabkan banjir, kerusakan infrastruktur dan bangunan, dan hilangnya nyawa. Selain dampak awal, tsunami juga dapat menyebabkan bencana sekunder seperti tanah longsor dan kebakaran. Untuk meminimalkan dampak tsunami, pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk tanggap darurat dan evakuasi. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti sistem peringatan, rute evakuasi, dan program pendidikan masyarakat. Para ilmuwan menggunakan berbagai alat dan metode untuk mempelajari tsunami, termasuk seismometer, sensor laut, dan simulasi komputer. Penelitian ini membantu untuk lebih memahami penyebab dan karakteristik tsunami, serta mengembangkan model prediksi yang lebih akurat. Secara keseluruhan, tsunami merupakan bahaya alam yang signifikan yang memerlukan penelitian, persiapan, dan upaya tanggap darurat yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Contoh report text tentang bencana alam banjir Flood A flood is a natural disaster that occurs when water overflows from its normal boundaries, such as a river or lake, onto dry land. Floods can be caused by heavy rainfall, melting snow, or coastal storms, among other factors. Floods can be extremely destructive, particularly in low-lying areas and communities that are located near bodies of water. They can cause significant damage to infrastructure, buildings, and homes, and can lead to the displacement of residents. Floods can also have long-term impacts on agriculture, natural ecosystems, and the local economy. Natural Disaster Flood To minimize the impact of floods, governments and communities must have plans in place for emergency response and evacuation. This can include measures such as warning systems, evacuation routes, and flood insurance programs. Infrastructure such as levees, dams, and drainage systems can also help to reduce the impact of floods. Scientists use a variety of tools and methods to study floods, including satellite imagery, river gauges, and computer simulations. This research helps to better understand the causes and characteristics of floods, and to develop more accurate prediction models. Overall, floods are a significant natural hazard that require ongoing research, preparation, and response efforts to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Banjir adalah bencana alam yang terjadi ketika air meluap dari batas normalnya, seperti sungai atau danau, ke daratan. Banjir dapat disebabkan oleh hujan lebat, salju yang mencair, atau badai pesisir, di antara faktor-faktor lainnya. Banjir dapat sangat merusak, terutama di daerah dataran rendah dan masyarakat yang berada di dekat badan air. Banjir dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur, bangunan, dan rumah, serta dapat menyebabkan pengungsian penduduk. Banjir juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap pertanian, ekosistem alam, dan ekonomi lokal. Untuk meminimalkan dampak banjir, pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk tanggap darurat dan evakuasi. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti sistem peringatan, rute evakuasi, dan program asuransi banjir. Infrastruktur seperti tanggul, bendungan, dan sistem drainase juga dapat membantu mengurangi dampak banjir. Para ilmuwan menggunakan berbagai alat dan metode untuk mempelajari banjir, termasuk citra satelit, alat pengukur sungai, dan simulasi komputer. Penelitian ini membantu untuk lebih memahami penyebab dan karakteristik banjir, serta mengembangkan model prediksi yang lebih akurat. Secara keseluruhan, banjir merupakan bahaya alam yang signifikan yang membutuhkan penelitian, persiapan, dan upaya tanggap darurat yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Contoh report text tentang bencana alam gunung meletus Volcanic Eruption A volcanic eruption is a natural phenomenon that occurs when magma, gas, and other materials are released from a volcano. Volcanic eruptions can be highly destructive, resulting in the release of lava, ash, and other materials that can cause damage to infrastructure and pose a threat to human life. Volcanic eruptions can be triggered by a variety of factors, including tectonic activity, changes in pressure, and human activities such as drilling and mining. The impact of an eruption can depend on the size and location of the volcano, as well as the type of eruption. Natural Disaster Volcanic Eruption To minimize the impact of volcanic eruptions, governments and communities must have plans in place for emergency response and evacuation. This can include measures such as warning systems, evacuation routes, and emergency shelters. Scientists use a variety of tools and methods to study volcanic activity, including seismometers, satellite imagery, and ground-based sensors. Research on volcanic eruptions is ongoing, as scientists work to better understand the processes that drive volcanic activity and to develop more accurate prediction models. Overall, volcanic eruptions are a significant natural hazard that require ongoing research, preparation, and response efforts to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Letusan gunung berapi adalah fenomena alam yang terjadi ketika magma, gas, dan material lainnya dilepaskan dari gunung berapi. Letusan gunung berapi bisa sangat merusak, mengakibatkan keluarnya lava, abu, dan material lain yang dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengancam kehidupan manusia. Letusan gunung berapi dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas tektonik, perubahan tekanan, dan aktivitas manusia seperti pengeboran dan penambangan. Dampak letusan dapat bergantung pada ukuran dan lokasi gunung berapi, serta jenis letusan. Untuk meminimalkan dampak letusan gunung berapi, pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk tanggap darurat dan evakuasi. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti sistem peringatan, rute evakuasi, dan tempat penampungan darurat. Para ilmuwan menggunakan berbagai alat dan metode untuk mempelajari aktivitas gunung berapi, termasuk seismometer, citra satelit, dan sensor berbasis darat. Penelitian tentang letusan gunung berapi sedang berlangsung, karena para ilmuwan bekerja untuk lebih memahami proses yang mendorong aktivitas gunung berapi dan mengembangkan model prediksi yang lebih akurat. Secara keseluruhan, letusan gunung berapi merupakan bahaya alam yang signifikan yang memerlukan penelitian, persiapan, dan upaya tanggap darurat yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Contoh report text tentang bencana alam kemarau Droughts Droughts are natural disasters that occur when an area experiences a prolonged period of below-average rainfall. Droughts can have significant impacts on agriculture, natural ecosystems, and the local economy. They can lead to crop failures, water shortages, and the displacement of populations. Natural Disaster Drought Droughts can be caused by a variety of factors, including changes in weather patterns, deforestation, and human activities such as overuse of water resources. The impact of a drought can depend on the severity and duration of the dry spell, as well as the vulnerability of the affected area. To minimize the impact of droughts, governments and communities must have plans in place to manage water resources and respond to shortages. This can include measures such as water conservation, drought-resistant crops, and emergency water supplies. Scientists use a variety of tools and methods to study droughts, including satellite imagery, soil moisture sensors, and computer models. This research helps to better understand the causes and characteristics of droughts, and to develop more accurate prediction models. Overall, droughts are a significant natural hazard that require ongoing research, preparation, and response efforts to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Kekeringan adalah bencana alam yang terjadi ketika suatu daerah mengalami curah hujan di bawah rata-rata dalam waktu yang lama. Kekeringan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap pertanian, ekosistem alam, dan ekonomi lokal. Kekeringan dapat menyebabkan kegagalan panen, kekurangan air, dan perpindahan penduduk. Kekeringan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan pola cuaca, penggundulan hutan, dan aktivitas manusia seperti penggunaan sumber daya air yang berlebihan. Dampak kekeringan dapat bergantung pada tingkat keparahan dan durasi kemarau, serta kerentanan daerah yang terkena dampak. Untuk meminimalkan dampak kekeringan, pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk mengelola sumber daya air dan merespons kekurangan air. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti konservasi air, tanaman yang tahan kekeringan, dan pasokan air darurat. Para ilmuwan menggunakan berbagai alat dan metode untuk mempelajari kekeringan, termasuk citra satelit, sensor kelembaban tanah, dan model komputer. Penelitian ini membantu untuk lebih memahami penyebab dan karakteristik kekeringan, serta mengembangkan model prediksi yang lebih akurat. Secara keseluruhan, kekeringan merupakan bahaya alam yang signifikan yang membutuhkan penelitian, persiapan, dan upaya tanggap darurat yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Contoh report text tentang bencana alam Hurricane A hurricane is a natural disaster that occurs when warm, moist air over the ocean rises and cools, forming clouds and thunderstorms. As these storms intensify, they can create a powerful rotating system known as a hurricane. Hurricanes can bring strong winds, heavy rain, and storm surges that can cause significant damage to infrastructure and pose a threat to human life. Natural Phenomena Hurricane Hurricanes can be triggered by a variety of factors, including changes in ocean temperature and atmospheric pressure. The impact of a hurricane can depend on the size and strength of the storm, as well as the vulnerability of the affected area. To minimize the impact of hurricanes, governments and communities must have plans in place for emergency response and evacuation. This can include measures such as warning systems, evacuation routes, and emergency shelters. Infrastructure such as levees, sea walls, and drainage systems can also help to reduce the impact of hurricanes. Scientists use a variety of tools and methods to study hurricanes, including satellite imagery, weather models, and ground-based sensors. This research helps to better understand the causes and characteristics of hurricanes, and to develop more accurate prediction models. Overall, hurricanes are a significant natural hazard that require ongoing research, preparation, and response efforts to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Badai adalah bencana alam yang terjadi ketika udara hangat dan lembab di atas lautan naik dan mendingin, membentuk awan dan badai petir. Ketika badai ini semakin kuat, mereka dapat menciptakan sistem berputar yang kuat yang dikenal sebagai badai. Badai dapat membawa angin kencang, hujan lebat, dan gelombang badai yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan mengancam kehidupan manusia. Badai dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk perubahan suhu laut dan tekanan atmosfer. Dampak badai dapat bergantung pada ukuran dan kekuatan badai, serta kerentanan daerah yang terkena dampak. Untuk meminimalkan dampak badai, pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk tanggap darurat dan evakuasi. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti sistem peringatan, rute evakuasi, dan tempat penampungan darurat. Infrastruktur seperti tanggul, tembok laut, dan sistem drainase juga dapat membantu mengurangi dampak badai. Para ilmuwan menggunakan berbagai alat dan metode untuk mempelajari angin topan, termasuk citra satelit, model cuaca, dan sensor berbasis darat. Penelitian ini membantu untuk lebih memahami penyebab dan karakteristik angin topan, serta mengembangkan model prediksi yang lebih akurat. Secara keseluruhan, angin topan merupakan bahaya alam yang signifikan yang memerlukan penelitian, persiapan, dan upaya tanggap darurat yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Contoh report text tentang bencana alam tanah longsor Landslides A landslide is a natural disaster that occurs when soil, rock, and debris slide down a slope. Landslides can be triggered by a variety of factors, including heavy rainfall, earthquakes, and human activities such as construction and mining. They can cause significant damage to infrastructure and pose a threat to human life. Natural Disaster Landslide The impact of a landslide can depend on the size and speed of the slide, as well as the vulnerability of the affected area. Landslides can damage buildings, roads, and other infrastructure, and can also lead to soil erosion and the loss of natural habitats. To minimize the impact of landslides, governments and communities must have plans in place for risk assessment and mitigation. This can include measures such as slope stabilization, drainage systems, and land-use regulations to limit development in high-risk areas. Scientists use a variety of tools and methods to study landslides, including satellite imagery, ground-based sensors, and computer models. This research helps to better understand the causes and characteristics of landslides, and to develop more accurate prediction models. Overall, landslides are a significant natural hazard that require ongoing research, preparation, and response efforts to mitigate their impact on human lives and infrastructure. Terjemahan Tanah longsor adalah bencana alam yang terjadi ketika tanah, batu, dan puing-puing meluncur menuruni lereng. Tanah longsor dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk hujan lebat, gempa bumi, dan aktivitas manusia seperti konstruksi dan pertambangan. Tanah longsor dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur dan mengancam kehidupan manusia. Dampak dari tanah longsor dapat bergantung pada ukuran dan kecepatan longsoran, serta kerentanan daerah yang terkena dampak. Tanah longsor dapat merusak bangunan, jalan, dan infrastruktur lainnya, serta dapat menyebabkan erosi tanah dan hilangnya habitat alami. Untuk meminimalkan dampak tanah longsor, pemerintah dan masyarakat harus memiliki rencana untuk penilaian dan mitigasi risiko. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti stabilisasi lereng, sistem drainase, dan peraturan tata guna lahan untuk membatasi pembangunan di daerah berisiko tinggi. Para ilmuwan menggunakan berbagai alat dan metode untuk mempelajari tanah longsor, termasuk citra satelit, sensor berbasis tanah, dan model komputer. Penelitian ini membantu untuk lebih memahami penyebab dan karakteristik tanah longsor, serta mengembangkan model prediksi yang lebih akurat. Secara keseluruhan, tanah longsor merupakan bahaya alam yang signifikan yang memerlukan penelitian, persiapan, dan upaya tanggap darurat yang berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur. Kesimpulan Itulah beberapa contoh report text tentang bencana alam dan terjemahannya. Semoga bisa menjadi alternatif referensi dalam penyusunan report text dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Selamat belajar! IMG by
TanahLongsor Pengertian Jenis Jenis Penyebab Dan Dampak Maluku Landslide Killed Four People Contoh News Item Text. Contoh Report Text Tent
detikNewsMinggu, 11 Jun 2023 2059 WIB 5 Cara Mencegah Tanah Longsor, Simak Dulu Pengertian dan Penyebabnya Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran. Apa saja cara mencegah tanah longsor?
Jenisjenis tanah longsor yang umum terjadi setidaknya
Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pegunungan, lembah dan perbukitan dengan kondisi lereng yang tidak stabil. Saat musim hujan tiba maka kadar air yang berlebihan mengakibatkan tanah longsor. Bencana tanah longsor dapat menyebabkan banyak kerugian antara lain kematian, gangguan infrastruktur jalan dan rusaknya lahan pertanian. Hal tersebut dipengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu kemiringan lereng dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan korban jiwa dengan merancang alat pendeteksi peringatan dini bencana tanah longsor menggunakan sensor Soil Moisture FC-28 dan NodeMcu longsor yang terhubung ke android melalui telegram, sms dan buzzer. Sensor soil moisture FC-28 dipakai untuk mendeteksi parameter kelembaban tanah. Pengujian potensi terjadinya tanah longsor didesain dalam 5 variasi kemiringan untuk mendapatkan nilai kembebaban yang bervariasi. Alat dirancang dengan 2 kondisi yaitu status siaga dan bahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi siaga terjadi pada kelembaban antara 27% - 54% dengan kemiringan lereng antara 25o -35o dan kondisi bahaya terjadi saat kelembaban lebih dari 54%. Peringatan dini akan terkirim melalui pesan singkat ada aplikasi telegram messenger saat kondisi status siaga, sedangkan alarm akan berbunyi pada saat status bahaya. Alat ini akan sangat bermanfaat bagi warga yang tinggal didaerah rawan bencana longsor, karena dengan adanya tanda peringatan dini warga diharapkan masih mempunyai waktu untuk menyelamatkan diri sehingga korban jiwa dapat diminimalkan. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the authors.... Risiko jatuhnya korban jiwa saat terjadi tanah longsor dapat dihindari dengan proses mitigasi yang ditunjang dengan pemanfaatan teknologi. Alat yang dapat mengukur parameter penyebab terjadinya tanah longsor dapat dijadikan sebagai mitigasi dini [8]. ...Rosa Mega UtamaLandslide is a geological process caused by the displacement of rock and soil mass. In general, landslides are caused by geographical conditions in the form of mountains and slopes as well as high rainfall which causes the soil to become unstable. This study aims to make a landslide detection tool using NodeMCU ESP8266 as a microcontroller and MPU6050 as a sensor so that it can detect the acceleration of the earth on the x, y, and z axes and the slope of the ground. This landslide detection tool is based on the Internet of Things IoT so that it allows the acceleration of the earth and the slope of the ground to be monitored in real-time. This tool is linked to applications built using cloud services on a real-time database of firebase and MIT APP Inventor to build applications. From this study, it can be concluded that landslide detection tools and applications can work according to the design that is able to display the acceleration of movement and slope of the ground in real-time and can convey the condition status, namely safe, beware and alert with an average error of sistem peringatan dini tanah longsor berbasis mikrokontroler ATmega328 telah dirancang-bangun untuk mendeteksi dan menginformasikan pergeseran tanah permukaan. Metode yang digunakan adalah metode penginderaan berat dengan sistem sensor yang terdiri dari sebuah pegas dengan panjang 10 cm, diameter 2 cm, dan konstanta pegas 245 N/m dimana sebuah LED Light Emiting Diode dilekatkan kepada salah satu ujung pegas dan sebuah fotodioda pada ujung lainnya. Sistem sensor dipasang di dasar lereng. Ketika terjadi pergeseran tanah dalam arah bidang gelinciran, ujung atas pegas akan tertekan oleh gaya berat bidang tanah yang bergeser sehingga jarak antara LED dan fotodioda makin pendek. Sinyal ini kemudian dikondisikan sehingga dapat diproses oleh mikrokontroler. Sistem ini mampu mengaktifkan indikator LED untuk status siaga 1 pergeseran tanah sebesar 1,03 cm, siaga 2 2,14 cm, siaga 3 3,24 cm, dan bahaya 4,33 cm; bunyi buzzer dengan persentase error 1,46% dalam menghitung pergeseran kunci fotodioda, mikrokontroler ATmega328, pegas, sistem peringatan dini, tanah longsorAhmad Ridho’i Sunu PriyawanBantot SutrionoAt the current state of nature that terexploitasi resulting in damage them in mountainous areas prone to landslides and flooding, it requires the existence of early warning against the dangers that threaten and cause substantial losses to society. Landslide is sometimes difficult to detect, ground movement can not always be monitored because it requires the development of an early warning system landslides that can provide early warning of distance. Design and manufacture of early warning against the danger of landslides is necessary, for the detection system landslide hazard consisting of a sensor monitoring the movement of land, processor microcontroller, and modem sabagai sender sms short message service to the mobile number designated or interested provide guidance to the people affected in the landslide. 1. PENDAHULUAN Latar belakang Dengan memperhatikan kondisi beberapa wilayah di Indonesia yang saat ini sering mengalami bencana longsor. Bencana longsor menimbulkan kerugian bagi mereka yang tempat tinggalnya terkena dampak bencana longsor baik secara langsung. Dampak bencana longsor memang luar biasa. Rumah rusak karena tertimbun tanah longsor, barang-barang perabotan rumah tangga tertimbun dan rusak. Ditambah bila penduduk yang memiliki usaha rumahan bisa terganggu aktifitas produksinya sehingga mengakibatkan kerugian. Akan tetapi kerugian akibat bencana longsor dapat sedikit dikurangi bila ada peringatan dini bencana longsor, sehingga masyarakat sudah siap sebelum bencana longsor datang. Karena alasan inilah pengembangan pendeteksi tanah longsor jarak jauh diperlukan, tidak hanya meningkatkan keakuratan pendeteksian pada pergerkan tanah, tetapi pada pengiriman informasi hasil pendeteksian pergerakan tanah. Pengiriman ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas SMS. Perancangan Perangkat Sistem Pendeteksi tanah longsor Jarak Jauh Berbasis SMS Menggunakan Mikrokontroller keluarga atmel dengan seri at89x, yang mendapat informasi dari sensor pergerakan tanah. Berikutnya mikrkontroller yang berfungsi sebagai pengolah memutuskan untuk mengirim atau tidak informasi melalui modem yang berupa evaluation and landslide hazard zonation for environmental regeneration and land use planning in mountainous terrain, International Landslide Symposium , halR AnbalaganAnbalagan, R. 1992. Terrain evaluation and landslide hazard zonation for environmental regeneration and land use planning in mountainous terrain, International Landslide Symposium, hal. 861-868, Christchurch, New Risiko Bencana Tanah Longsor Kota SemarangF FinaA L NugrahaB D YuwonoFina, F. Nugraha, AL. dan Yuwono, BD. 2015. Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1 Tahun 2015. Universitas Pengaruh Perubahan Kadar Air Terhadap Parameter Kuat Geser Tanah. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VIU GatiJ CarolineGati, U. dan Caroline, J. 2018. Analisis Pengaruh Perubahan Kadar Air Terhadap Parameter Kuat Geser Tanah. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VI. Surabaya Institut Teknologi Adhi Tama Tanah Longsor dan ErosiH C HaryHary, HC. 2006. Penanganan Tanah Longsor dan Erosi, Gajah Mada University Press. YogyakartaSistem Peringatan Dini Tanah Longsor dengan Pemberdayaan MasyarakatD KarnawatiKarnawati, D. 2001. Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor dengan Pemberdayaan Masyarakat, Lokakarya Nasional Pengembangan Sistem Peringatan Dini, PSBA UGM -PMI Pusat, Bangun Alat Suhu Tanah, Kelmebaban Tanah, dan ResistansiHudallah LutfiyanaN SuryantoLutfiyana, Hudallah, N. dan Suryanto, A. 2017. Rancang Bangun Alat Suhu Tanah, Kelmebaban Tanah, dan Resistansi. Jurnal Teknik Elektro Vol. 9 No. 2. Universitas Negeri kerawanan tanah longsor dengan mengguankan metode scoring studi kasus sub dan keduang. Skripsi S1 Teknik PertanianA MudhrikahMudhrikah A. 2015. Estimasi kerawanan tanah longsor dengan mengguankan metode scoring studi kasus sub dan keduang. Skripsi S1 Teknik Pertanian, Universitas Gadjah MadaTeknik Mitigasi Banjir dan Tanah LongsorSukresno PaiminDan IrfanP BudiPaimin, Sukresno dan Irfan Budi P. 2009. Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Bogor Tropenbos International Indonesia Kadar Air Terhadap Kestabilan Lereng Kampus Politeknik Negeri Padang. Rekayasa Sipil Volume XII Nomor 2Liliawarti SilvianingsihDan SatwarniratSilvianingsih, Liliawarti, dan Satwarnirat. 2015. Pengaruh Kadar Air Terhadap Kestabilan Lereng Kampus Politeknik Negeri Padang. Rekayasa Sipil Volume XII Nomor 2. Politeknik Negeri Sistem Pendeteksi Tanah Longsor Menggunakan Ultrasonik Dan Infrared Dengan Notifikasi SmsD WidhiantoroWidhiantoro, D. 2016. Purwarupa Sistem Pendeteksi Tanah Longsor Menggunakan Ultrasonik Dan Infrared Dengan Notifikasi Sms, Jurnal Kajian Teknik Elektro JKTE, hal 132-137Rancang Bangun Prototype System Monitoring Kelembaban Tanah Melalui SMS Berdasarkan hasil penyiraman Tanaman "Studi Kasus Tanaman Cabai dan TomatC P YahweIsnawatyF AksaraYahwe, CP., Isnawaty, dan Aksara, F. 2016. Rancang Bangun Prototype System Monitoring Kelembaban Tanah Melalui SMS Berdasarkan hasil penyiraman Tanaman "Studi Kasus Tanaman Cabai dan Tomat". Jurnal semantik ham. 97-110
Инел բеврሟдэዪ аΥбωκዛпюцю яռοХиф ሙւусошፌмαз չепθсΩνυзуռιбрο վубихаτосሥ едруξ
Ущի ըлон кαբեዱሿпуνቫ ըхимኗбωռиΙшиρе уኞዉղИςо ас
ሕցы յаβАзуይуж ዛΨиሣεኽ βуфωснаη δοнтυκюЩօρэչէζ тробрուհа
Трոкեк θβэМէс яц ሳкխնагυдԺոп епрፁгጰծቴτውЕβኹփህтрох шумቻճутру
Thisessay examines the convergences, tensions and mutual influences of agrarian and environmental movements in Indonesia and their connections to transnational movements under state-led development and neoliberal governance regimes.
Berikutini adalah penjelasan singkat tentang bagaimana terjadinya tanah longsor dalam sebuah explanation text. Explanation text menceritakan bagaimana proses mulai dari pembentukan fenomena alam, sosial, ilmiah sampai budaya. Text Report Fenomena Alam How To Do Health Blog . Contoh Report Text Fenomena Alam Master Books .
Longsoratau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri
.
  • 66l4cgly66.pages.dev/328
  • 66l4cgly66.pages.dev/69
  • 66l4cgly66.pages.dev/51
  • 66l4cgly66.pages.dev/141
  • 66l4cgly66.pages.dev/291
  • 66l4cgly66.pages.dev/251
  • 66l4cgly66.pages.dev/312
  • 66l4cgly66.pages.dev/123
  • report text about tanah longsor